GEM dan Vale China Berencana Bangun Pabrik Nikel Senilai $1,42 Miliar di Indonesia
Oleh Bloomberg News
10 November 2024 pukul 23:14 EST

(Bloomberg) -- GEM Co., produsen logam baterai asal Tiongkok, dan unit Vale SA di Indonesia menandatangani perjanjian pembangunan pabrik baterai senilai $1,42 miliarnikelpabrik di negara Asia Tenggara, yang menyoroti upaya negara tersebut untuk meningkatkan pemrosesan.
Kedua perusahaan menandatangani perjanjian kerangka kerja untuk fasilitas pelindian asam bertekanan tinggi pada hari Minggu, kata GEM dalam sebuah pengajuan. Proyek di pulau Sulawesi tersebut akan memproses bijih nikel laterit dari unit Vale menjadi 66.000 ton endapan hidroksida campuran setiap tahunnya. Itu adalah bentuk nikel yang ditujukan untuk produsen mobil.
Indonesia menyumbang lebih dari separuh produksi nikel global dan telah merayu investasi asing dalam industri pengolahannya untuk memanfaatkan permintaan baterai kendaraan listrik yang sedang meningkat. Kesepakatan tersebut merupakan salah satu perjanjian yang ditandatangani oleh perusahaan-perusahaan China dan Indonesia sehubungan dengan kunjungan kenegaraan presiden baru Indonesia, Prabowo Subianto, ke China.
GEM akan memiliki hingga 25% saham dalam proyek tersebut, unit Vale akan mengambil 30%, dan pihak ketiga akan diperkenalkan untuk sisanya. GEM dan unit Vale juga akan mempertimbangkan pembangunan pabrik anoda dan prekursor di hilir.










